Pendaftaran Live Account

Gainscope : Online Forex Trading

Senin, 08 Agustus 2011

“Menjadi Investor Sekaligus Trader”


Ke depan, investor akan mewarisi peran sebagai trader bagi dirinya sendiri. Begitulah setidaknya semangat pasar yang semakin efisien dan individualistis. Artinya, anda memiliki akses untuk menentukan nasib anda sendiri. Menentukan kapan dan berapa harga yang anda inginkan secepat anda menekan tuts enter di keyboard. Sekaligus menjawab berbagai keluhan investor yang selalu terlambat mendapatkan harga terbaik karena alasan telepon sibuk atau pialang cuti.
Pengelolaan account bisa anda lakukan sendiri secara independen. Tanpa khawatir dana anda bergerak sendiri tanpa sepengetahuan anda. Meski konsekuensinya anda harus setia melototi komputer sepanjang hari. Beberapa kasus menjemukan yang menodai kerja keras para penggiat bursa, sukses menggerus kepercayaan investor dalam berinvestasi saham. Sarijaya Sekuritas misalnya mendapatkan punishment yang keras karena berkontribusi negatif terhadap citra investasi Indonesia.
Galeri dan fasilitas online trading, akan menjadi sarana yang pas tanpa mesti menghubungi broker dealer lagi. Setelah dihitung waktu yang dibutuhkan untuk pemesanan pada harga pasar, online trading lebih cepat 17 detik dibandingkan cara konvensional. Anda cukup menekan tombol enter, transaksi pun sukses. Bayangkan dalam kondisi pasar sedang bergejolak, hitungan detik sangat berarti karena harga saham bisa bearish atau bullish secepat kilat. Bayangkan, beberapa kerugian atau keuntungan yang bisa anda safe?
Bagi anda yang rajin transaksi, online trading memberikan fee lebih murah. Biasanya sekitar 0,19 persen untuk pesanan beli, 0,29 untuk pesanan jual. Bahkan bila transaksi harian besar (mencapai miliaran), investor bisa nego fee lebih murah daro 0,15 persen. Asik kan?
Kondisi bursa yang dinamis  membuat gerak harga sulit ditebak. Banyak faktor yang menyebabkan fluktuasi harga, seringkali banyak perkiraan meleset. Babarapa investor membantu dirinya dengan berbagai teknik dan cara untuk memantapkan keputusannya, sedangkan investor lain menggunakan teknik lain dengan menganalisis kinerja perusahaan dan sebagainya. Untuk mempermudah anda, masuk kategori yang mana, ada dua tiope investor yang bisa anda pilih salah satunya:
INVESTOR SEJATI
Investor sejati merasa lebih nyaman menyimpan saham dalam jangka waktu panjang (bulanan sampai tahunan), hingga menemukan harga terbaik untuk melepasnya. Tipe ini selalu membidik saham big caps yang memiliki fundamental kuat, dengan tren naik yang tinggi dan rajin memberi dividen. Sekali mereka putuskan untuk koleksi, maka mereka biarkan saham tersebut terus tumbuh hingga ratusan bahkan ribuan persen.
Mereka tidak terganggu fluktuasi harga bahkan saat kondisi pasar sedang bearish atau crash. Saat yang tepat mereka masuk pasar adalah ketika saham yang mereka incar terkoreksi sangat dalam dan mulai akan rebound (mantul) naik kembali.
Kelebihan investor sejati adalah tekanan psikologis yang rendah, mereka dapat melakukan aktivitas lainnya tanpa harus terjebak di depan layar komputer melototi pergerakan harga terus-menerus. Kelemahan tipe ini adalah gagal menangkap peluang dari fluktuasi harga. Tidak ada batasan usia untuk tipe ini, hanay investor berusia lanjut, lebih mendominasi kategori ini.
TEKTOK TRADER (SPEKULATOR)
Melakukan transaksi jual beli saham pada hari atau menit yang pendek. Tipe tektok, ahli menilai karakter, perilakau, dan psikologis saham, serta disiplin dengan trading plan hariannya. Karenanya mereka terlatih keluar masuk pasar dengan cepat. Sangat sensitif dengan news dan rumor pasar yang hot.
Saat tepat mereka masuk pasar adalah saat sahan yang mereka incar terkoreksi cukup dalam. Terkadang mereka berani masuk ketika harga sudah tinggi dan berharap harga naik lebih tinggi lahi (buy high, sell high), dan merealisasikan keuntungannya ketika target profit hariannya telah tercapai (biasanya 2-5 pon saja). Sebaliknya keputusan cut loss selalu menyertai perjalanan trading mereka, untuk kemudian membuka posisi baru.
Dengan target profit satu hingga lima persen, bagi tipe ini cukup untuk melepas sahamnya, dan membuka posisi baru lagi. Selain saham unggulan, mereka selalu tergoda untuk mendiversivikasi portofolionya ke saham lapis kedua dan ketiga (saham gorengan). Karena saham janis ini memberikan profit yang tinggi hampir setiap harinya, sebanding dengan resikonya pula.
“Lot besar poin kecil” adalah strategi favorit tipe ini. Dengan jumlah lot besar mereka membeli saham, menjual kembali setelah harga naik 2-5 poin. Logikanya adalah meski kenaikan harga tipis, dengan lot besar maka profitnya juga besar. Strategi ini efektif saat saham sedang tren bullish.
Sebagai ilustrasi, anda memiliki dana 500 juta. Dengan fasilitas margin trading dua kali lebih besar dari dana yang dimiliki, anda bisa trading hingga 1 miliar. Bila anda ingin membeli saham BUMI seharga Rp 2000 sebanyak 1000 lot dan menjual seluruhnya seharga RP 2050, maka keuntungan anda (Rp 4050 – Rp 4000) x 1000 lot – Rp 2,5 juta, sebesar Rp 22,5 juta.
Kelebihan tektok trader memiliki banayk kesempatan masuk ke pasar. Sedangkan kelemahannya adalah akumulasi biaya fee relatif mahal karena sering keluar masuk. Seorang tektok trader berpikir bahwa suatu saham akan naik harganya karena nanti ada orang lain yang mau membayar lebih tinggi lagi. Seperti kodok loncat, mereka tidak peduli apa itu namanya investasi. Tidak tahan mereka menginapkan saham berlama-lama. Kalaupun mereka harus cut loss, akan mereka lakukan untuk membuka posisi baru. Seru ya! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar